Minggu, 15 Februari 2015

TANDA-TANDA KEKURANGAN OKSIGEN DAN CARA MENGATASINYA

Berada di ketinggian dengan oksigen yang sedikit bisa memicu kondisi hipoksia. Para pendaki gunung harus mengenali tanda-tandanya, serta cara mengatasi jika mengalami kondisi tersebut.
Hipoksia adalah kondisi dimana sintoma kekurangan oksigen pada jaringan tubuh yang terjadi akibat pengaruh perbedaan ketinggian. Ya, bahasa simplenya karena tubuh belum terbiasa dengan kondisi ketinggian dari satu daerah yang memiliki ketinggian berbeda dari tempatnya berasal. Pada kasus yang fatal dapat berakibat koma, bahkan sampai dengan kematian. Hipoksia merupakan penyakit gunung yang harus di ketahui dan penanganan dini untuk menghindari hal-hal yang lebih fatal.
Dalam hal ini bila sudah beberapa waktu, tubuh akan segera menyesuaikan diri dan kondisi tubuh akan berangsur-angsur normal kembali. Jika melakukan pendakian, kita pasti pernah mengalami hal ini. Kondisi dimana tubuh terasa berat pada ketinggian tertentu.
Penyebab Hipoksia adalah karena kurangnya pasokan oksigen dalam otak karena faktor ketinggian. Karena sistem kesetimbangan yang berperan dalam menjaga fungsi fisiologis tubuh mencoba untuk beradaptasi dengan lingkungannya.Dan itulah tujuan dari didirikannya pos-pos sepanjang jalur pendakian. Agar tubuh selalu dapat beradaptasi secara terus-menerus terhadap kondisi selama perjalanan. Karena itu,kasus Hipoksia tidak terjadi pada penduduk yang hidup di daerah dataran tinggi.Karena mereka telah terbiasa akan hal tersebut.
Jenis Hipoksia.
- Hipoksia Fulminan yaitu Dimana terjadi pernapasan yang sangat cepat. Paru - paru menghirup udara tanpa adanya udara bersih ( oksigen ). Sering dalam waktu satu menit akan jatuh pingsan.
-Hipoksia Akut yaitu Terjadi pada udara yang tertutup akibat keracunan karbon monoksida. Misalnya, seorang pendaki gunung tiba - tiba panik tatkala udara belerang datang menyergap. Udara bersih tergantikan gas racun, akhirnya paru - paru tak kuasa menyedot udara bersih. Mendadak ia pingsan.
Tanda-tanda hipoksia atau kekurangan oksigen antara lain :
- Pandangan kabur, pernapasan makin cepat atau tersengal-sengal, serta tubuh menjadi lemas.
- Frekuensi pernapasan yang meningkat terjadi karena tubuh berusaha memenuhi kebutuhan oksigen. Tidak hanya memaksa paru-paru bekerja lebih keras, kondisi ini juga mempengaruhi jantung yang harus bekerja keras memompa oksigen dalam darah yang hanya sedikit itu untuk didistribusikan ke seluruh tubuh.
- Selain dari gejala fisik, kondisi hipoksia juga bisa dikenali dari perubahan perilaku. Dalam kondisi hipoksia, otak juga akan kekurangan oksigen sehingga pola pikir seorang pendaki berubah menjadi kacau dan sulit membuat keputusan yang tepat.
Dalam keadaan hipoksia, yang dominan hanya emosi dan ini sangat mempengaruhi pengambilan keputusan. Makanya para pendaki sering tersesat, salah satunya karena otak tidak mendapatkan oksigen yang cukup untuk bisa bekerja dengan baik.
Pertolongan pertama ketika menghadapi kondisi ini adalah :
- Dengan memberikan oksigen. Tabung oksigen berukuran kecil yang bisa dibawa ke mana-mana sangat mudah diperoleh di apotek dengan harga terjangkau, sehingga tidak ada salahnya para pendaki melengkapi diri dengan alat ini.
- Semua pakaian harus dilonggarkan agar pernapasan menjadi lebih lancar. Kerah baju harus dibuka, ikat pinggang dilepas dan juga bra pada perempuan mau tidak mau harus dilepas supaya saluran napasnya tidak sesak.
- Namun yang terpenting dari semua itu adalah, sesegera mungkin pendaki yang mengalami hipoksia harus dibawa ke lokasi yang lebih rendah supaya mendapat oksigen lebih banyak dari udara pernapasan. Makin lama berada dalam kondisi hipoksia, makin besar risiko kerusakan organ karena tidak mendapat suplai oksigen.
Daya tahan seseorang saat berada dalam kondisi hipoksia sangat beragam, salah satunya dipengaruhi oleh kadar sel darah merah serta hemoglobin. Orang-orang yang sehari-hari tinggal di gunung secara alamiah lebih tahan terhadap hipoksia karena sel darah merahnya lebih banyak.




TRAMPER
EXPERIENCE WILD IN NATURE
Baca Selanjutnya..

Sabtu, 14 Februari 2015

PANDUAN SHALAT KETIKA MENDAKI GUNUNG DAN TRAVELLING

Bagi seorang muslim, shalat adalah hal yang wajib dilakukan, di manapun berada dan dalam kondisi apapun. Orang yang meninggalkan sholat karena dilalaikan oleh urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya. 
Ketika melakukan perjalanan seperti mendaki gunung, merupakan salah satu kegiatan yang tidak dapat dielakkan dalam kehidupan manusia, apa lagi pada jaman modern ini. Perjalanan selalu membutuhkan tenaga dan menyita waktu kita, entah itu banyak atau sedikit. Meski dengan berkembangnya teknologi transportasi, jarak tempuh perjalanan tidak selalu berbanding lurus dengan waktu yang dibutuhkan, karena ada faktor lain yang sangat menentukan, yaitu alat transportasi yang dipergunakan serta kondisi di perjalanan.
Untuk itu, Islam memberi solusi dengan memberikan aturan-aturan yang sangat mempermudah bagi para musafir atau traveller dalam hal ini pendaki gunung. Sholat yang dilaksanakan dalam perjalanan biasa disebut sholatus safar.
1. Shalat di Kendaraan
Ketika sedang berada di perjalanan, katakanlah menuju lokasi pendakian membutuhkan perjalanan sehari semalam. Otomatis selama perjalanan kita akan melewati beberapa kali waktu shalat. Nah, ada beberapa cara melakukan shalat dalam perjalanan ketika di dalam pesawat/kereta api/bus.
- Tayammum pengganti Wudhu
Media yang dapat digunakan untuk bertayammum adalah seluruh permukaan bumi yang bersih baik itu berupa pasir, bebatuan, tanah yang berair, lembab ataupun kering.
Tata cara tayammum :
– Membaca basmalah (Bismillahirrahmannirrahim)
– Meletakkan kedua telapak tangan kepada benda atau tempat yang berdebu bersih
– Kedua telapak tangan tersebut ditapukkan kemudian diusapkan merata ke muka
– Kedua telapak tangan, tangan kiri mengusap punggung telapak tangan kanan, dan sebaliknya tangan mengusap punggung telapak tangan kiri (ada pendapat sampai kedua sikut)
– Urutan dilakukan dengan tertib
- Shalat menghadap arah duduk
Jika di atas kendaraan mampu shalat sambil menghadap kiblat maka wajib shalat dengan menghadap kiblat, meskipun sambil duduk. Namun jika tidak memungkinkan menghadap kiblat, bisa shalat dengan menghadap sesuai arah kendaraan.
Sebagian pendapat mengatakan, selain melaksanakan shalat ketika di kendaraan/pesawat untuk menghormati waktu shalat, setiba di tujuan wajib mengulangi (mengqadha) shalatnya.
2. Shalat di Gunung
Ketika dalam pendakian, beberapa kondisi akan terjadi pada diri kita. Misalnya udara dingin, mengejar waktu agar tidak kemalaman tiba di camp, dis-orientasi arah dan persediaan air yang terbatas. Untuk menghadapi hal-hal seperti ini, Islam pun memberikan solusi agar tetap bisa menjalankan shalat.
- Dalam berwudhu, anggota badan yang wajib untuk dibasuh adalah wajah, kedua tangan hingga batas siku, mengusap sebagian kepala dan mencuci kaki hingga batas mata kaki. Masing-masing wajib dibasuh/diusap sekali saja. Kalau dua atau tiga kali sifat hanya sunnah. Namun bila kondisinya sangat dingin dan khawatir menyebabkan penyakit, maka boleh melakukan tayammum. Yaitu dengan menyapu wajah dan tangan dengan tanah/debu sebagai ganti dari wudhu.
Berwudhu juga bisa dilakukan ketika masih menggunakan sepatu. Praktek seperti ini memang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW dahulu. Dan menjadi bagian dalam tata aturan berwudhu` terutama bila dalam keadaan udara yang sangat dingin.
Caranya sama dengan wudhu` biasa kecuali hanya pada ketika hendak mencuci kaki, maka tidak perlu mencopot sepatu, tapi cukup membasuh bagian atas sepatu dari bagian depat terus ke belakang sebagai ganti dari cuci kaki. Sepatu tetap dalam keadaan dipakai dan tidak dilepas.
Namun perlu diingat, sepatu yang digunakan haruslah yang menutupi hingga mata kaki dan bukan terbuat dari bahan yang tipis tembus air. Juga tidak boleh ada bagian yang bolong/robek.
3. Shalat menghadap kiblat
Ketika hari masih terang, kita mudah menentukan arah kiblat. Namun akan menjadi kendala ketika malam hari atau ketika kondisi tertutup kabut tebal yang menutup cahaya matahari.
Ada beberapa cara menentukan arah kiblat :
– Cara termudah gunakan kompas/GPS
– Lihat kalau ada kuburan, biasanya kalau Islam kuburannya menghadap barat. Di beberapa gunung di Jawa, di puncak gunung terdapat kuburan. Namun terkadang di kawasan tertentu di Jawa, kuburan ada yang menghadap utara-selatan.
– Perhatikan tumbuhan lumut yang banyak terdapat di gunung. Lumut biasa hidup di daerah yang minim mendapatkan cahaya matahari, oleh karena itu kebanyakan lumut akan hidup di daerah yang menghadap ke arah barat.
– Rasi Bintang Orion (Bintang Waluku/Bajak/Belantik) untuk arah Barat.
Ini adalah rasi paling mudah dikenali. Ciri khasnya adalah tiga buah bintang yang terang, saling berdekatan dan dalam satu garis lurus. Tiga bintang itu disebut sabuk orion. Satu garis yang menghubungkan tiga bintang itu bisa dijadikan petunjuk arah kiblat.
4. Shalat pakai sepatu trekking boleh?
Seorang yang shalat boleh dalam kondisi sedang mengenakan sepatu, maksudnya pakai sepatunya sebelum shalat, bukan saat sedang shalat. Jadi waktu sedang shalat, sepatunya dalam keadaan terpakai.
5. Shalat Jamak dan Qasar
Shalat fardhu boleh dijamak bila anda dalam keadaan safar/melakukan perjalanan. Mendaki gunung termasuk salah satu bentuk perjalanan yang bisa dijadikan dasar dari menjamak shalat. Shalat yang boleh dijama’ adalah shalat zhuhur dengan shalat ashar, dan shalat maghrib dengan shalat isya.
Ada pula yang namanya mengqasar shalat. Cara melaksanakan shalat qasar dengan meringkas jumlah rakaat, misalnya shalat zhuhur, asar dan isya yang tadinya 4 rakaat di qasar/ diringkas menjadi 2 rakaat.
6. Buang Air Besar
Bagi sebagian pendaki, “setor” buang hajat terkadang menjadi kendala ketika naik gunung. Mungkin karena tidak terbiasa, jadi terpaksa mencari lokasi yang sekiranya nyaman untuk buang hajat. Yang menjadi masalah adalah, bagaimana ceboknya dengan kondisi air yang terbatas.
Islam memberikan solusi membersihkan bukan dengan air tapi dengan benda-benda padat lainnya seperti batu, kayu dan lain-lainnya seperti yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang lebih banyak menggunakan batu. Yaitu tiga buah batu yang berbeda yang digunakan untuk membersihkan bekas-bekas yang menempel saat buang air.
Pakai tissue basah boleh? Boleh saja, karena itu akan memudahkan dan bisa membersihkan juga.
7. Mimpi Basah
Jangan senyum-senyum dulu yah smile emoticon Namanya mimpi basah tidak kenal waktu dan tempat serta tidak bisa dicegah. Bisa saja ketika di gunung, rejeki itu datang tiba-tiba. Bagaimana mandi wajibnya?
Dalam kondisi di gunung dengan udara yang sangat dingin sehingga untuk menyentuh air pun akan ‘mati beku’, maka tayammum bisa menjadi solusi. Karena tayammum itu bukan hanya mengangkat hadats kecil saja tetapi juga sekaligus hadats besar. Jadi tidak perlu mandi basah digunung yang nantinya hanya akan membuat sakit.
Prinsipnya selagi manusia mempunyai kesempatan untuk melakukan shalat dan tidak menjadi darurat, selayaknya manusia tidak malu untuk segera melaksanakan shalat baik laki-laki maupun wanita. Karena malu di sini tidak boleh karena demikian itu berkaitan dengan shalat dan dapat dilaksanakan di mana saja, termasuk di gunung.
Sekali lagi, hal tersebut di atas tidak bermaksud selain untuk memudahkan dan tidak menyulitkan manusia untuk tetap shalat. Demikian pula, meski sering jalan-jalan dan naik gunung jangan lupa melaksakan sholat 5 waktu.
“Barangsiapa meninggalkan shalat yang wajib dengan sengaja, maka janji Allah terlepas darinya. ”
-HR. Ahmad.


TRAMPER
EXPERIENCE WILD IN NATURE
Baca Selanjutnya..

Senin, 12 Januari 2015

MENDING MANA KANTONG SAMPAH BESAR ATAU KECIL?


Saat mendaki dalam sebuah kelompok atau tim kita mungkin sering mempersiapkan kantong sampah (trash bag) berukuran besar untuk menampung semua sampah-sampah kelompok saat pendakian. Cara ini mungkin pernah kita jumpai atau bahkan mengalaminya sendiri. Segala sampah-sampah di tim tersebut kemudian dimasukkan kedalam kantong sampah besar tersebut. Entah itu sampah sisa-sisa makanan, bungkus makanan, dll.
Menggunakan satu atau lebih kantong sampah besar untuk menampung semua sampah-sampah sebuah kelompok atau tim dalam pendakian memiliki sisi kelemahan tersendiri, diantaranya:

1) Terkadang kantung sampah besar tersebut menjadi “bulan-bulanan” sampah-sampah pribadi yang semestinya bisa disimpan sendiri oleh setiap individu di dalam tim atau kelompok pendakian tersebut.

2) Terkadang bisa muncul “dilema” baru? “Dilema” apakah itu?
Pernahkah anda saat mendaki gunung berada pada situasi atau kondisi dimana terdapat sejumlah kantong sampah besar yang terisi penuh oleh sampah-sampah dari semua anggota di dalam tim atau kelompok anda sehingga kantong sampah tersebut menjadi berat untuk ditenteng. Saat itu anda dan tim misalnya bersiap menuruni gunung. Lantas muncul sebuah pertanyaan, siapa yang harus menenteng kantong sampah yang besar dan cukup berat tersebut? Anda dan teman-teman andapun kemudian saling lirik satu sama lain seolah-olah penuh tanya siapakah gerangan yang akan sudi menenteng kantong sampah yang berat tersebut untuk dibawa kebawah? Anda dan demikian juga mungkin teman anda mungkin saling berharap cemas di dalam hati semoga ada yang sudi menenteng kantong sampah tersebut. Boooom! Kondisi terpahitpun kemudian terjadi dimana ternyata anggota tim lainnya melenggang dan tidak ada satupun yang sepertinya menunjukkan tanda-tanda mau membawa kantong sampah yang besar dan berat tersebut. Lantas apa yang akan anda lakukan? Meninggalkan kantong-kantong sampah yang besar dan berat tersebut atau anda membawanya? Bayangkan misalnya saat itu ternyata kondisi fisik anda juga sudah sedemikian lelah belum lagi barang-barang bawaan pribadi anda saja sudah sangat berat dan perjalanan di depan masih sangat panjang dan berliku. Sekali lagi, apa yang akan anda lakukan dengan kantong sampah besar tersebut? Disinilah “dilema” tersebut muncul.

Yang namanya mendaki, terkadang fisik dan barang bawaan pribadi yang sudah sedemikian berat bisa saja membuat kita berpikir dua kali membawa trash bag atau kantong sampah besar dan berat milik kelompok turun kebawah. Perasaan seperti ini merupakan sesuatu hal yang manusiawi. Nah, disinilah salah satu kelemahan menggunakan kantong sampah besar untuk menampung semua sampah kelompok atau tim. Katakanlah misalnya ternyata ada salah seorang teman yang akhirnya rela menenteng kantong sampah yang besar dan berat tersebut. Namun pertanyaannya, apakah anda yakin dia tidak terbebani? Mungkin saja yang bersangkutan sebenarnya juga sudah lelah seperti diri anda namun memaksakan dirinya karena kebesaran hatinya atau karena tampaknya anggota lainnya terlihat “enggan” membawa kantong sampah besar dan berat tersebut. Pada saat itu terjadilah “tarik-menarik” tersebut. Kita pasti tidak ingin hal seperti ini terjadi di dalam tim atau kelompok kita saat mendaki gunung.

3) Disamping itu, kelemahan lainnya adalah tidak jarang kantong sampah yang berat dan besar ini akhirnya terpaksa diseret-seret saking beratnya dan tidak jarang pula akhirnya sobek sehingga mengakibatkan beberapa sampah-sampah keluar berceceran ditengah jalan.

Salah satu solusi yang lebih baik dalam menyimpan sampah ini adalah dengan membawa plastik sampah atau kantong plastik yang berukuran lebih kecil. Jadi setiap individu di dalam kelompok atau tim hendaknya mempersiapkan kantong-kantong plastik kecil masing-masing sebelum mendaki. Kantong-kantong plastik berukuran kecil inilah yang digunakan untuk menampung sampah-sampah pribadi masing-masing. Konsep ini menanamkan kesadaran pada setiap individu dalam kelompok untuk bertanggung jawab dan membawa sampah-sampah pribadinya masing-masing dan tidak lagi terlalu mengandalkan kantong sampah besar yang disediakan untuk kelompok. Atau bahkan mungkin kita tidak perlu lagi mempersiapkan kantong sampah berukuran besar untuk kelompok. Hal ini bertujuan agar pekerjaan atau beban kelompok/tim saat pendakian terasa lebih ringan dan tidak ada semacam “konflik ego” seperti penjelasan di poin nomor dua di atas. Kalaupun kantong sampah berukuran besar yang dipersiapkan untuk kelompok tetap diperlukan atau tetap harus ada, setidaknya kantong sampah besar tersebut tidak lagi menjadi “bulan-bulanan” sampah pribadi lagi dan peruntukannya benar-benar lebih terarah. Memang hal ini lagi-lagi kembali kepada kesadaran setiap individu di dalam tim atau kelompok itu lagi. Namun setidaknya untuk menumbuhkan kebiasaan seperti ini, sebelum melakukan pendakian mungkin pimpinan kelompok misalnya bisa mengarahkan dan menekankan kepada setiap anggotanya untuk mempersiapkan kantong-kantong plastik berukuran kecil untuk menampung sampah-sampah pribadi masing-masing.

Disisi lain, sebagai individu, mari sama-sama berusaha semaksimal mungkin mengusahakan agar setiap sampah yang keluar dari tas gunung kita, masuk kembali ke dalam tas gunung kita. Pernahkah anda memperhatikan mungkin ada teman pendakian anda yang memasukkan sampah pribadinya kembali kedalam tas gunungnya tanpa memasukkannya terlebih dahulu kedalam kantong plastik? Padahal tindakan tersebut tentunya akan mengotori tas gunung atau mungkin barang-barang lainnya di dalam tas. Tapi disinilah letak kelebihan teman tersebut. Mungkin dia bisa jadi tidak membawa kantong plastik kecil untuk menaruh sampah pribadi. Namun karena kesadarannya yang sangat tinggi, yang bersangkutan lebih memilih membiarkan tasnya kotor daripada harus menaruh sampah pribadinya di kantong sampah besar yang dipersiapkan untuk menampung sampah-sampah kelompok. Jika kita bisa menyimpan sampah pribadi di tas kita sendiri, mengapa harus membebani kelompok? Begitu kira-kira mungkin prinsipnya. Lebih baik tas gunung kita yang kotor daripada alam yang kotor. Tas gunung kita kotor masih bisa dibersihkan, tapi kalau alam belum tentu. Lebih baik kita yang terbebani oleh sampah kita sendiri daripada teman lain di dalam tim kita yang harus terbebani karena harus membawa kantong sampah yang besar dan berat yang berisikan sampah-sampah dari semua anggota di kelompok tersebut. Setuju tidak? 

Demikian artikel ini semoga bisa berguna buat temen -temen :)


Tramper
Experience Wild In Nature
Baca Selanjutnya..

MENGENALI CUACA DENGAN TANDA-TANDA ALAM


Apa yang ada di pikiran kita ketika melihat awan gelap? Pasti jawabannya sebentar lagi hujan deras , tapi tiba-tiba justru sebaliknya cuaca dengan cepatnya berubah menjadi cerah. Apa yang menyebakan itu semuanya, bagi pakar cuaca sudah biasa dengan keadaan seperti itu, tapi bagi masyarakat awam malah heran dan aneh. Bahkan ketika cuaca cerah keesokan harinya malah hujan lebat terus menerus sehingga mengakibatkan bencana seperti banjir, dll.

Bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan kebakaran hutan terus merajela di permukaan bumi ini termasuk Indonesia. Tidak hanya Indonesia saja tapi bencana melanda juga negara manca negara, sebagian para pakar cuaca mengatakan bahwa bencana ini diakibatkan dari perubahn iklim ada juga yang mengatakan perubahan lingkungan akibat, sebagian lagi mengatakan hanya variabilitas iklim bahkan ada juga mengatakan bencana yang terjadi di suatu negara turut andil untuk memicu bencana di negara lainnya, benarkah demikan ? bencana seperti banjir dan tanah longsor selalu dikaitkan dengan cuaca ekstrim, cuaca ekstrim dikaitkan dengan siklon tropis, siklon tropis dikaiakan dengan El Nino atau La Nina atau Maddem Julian Oscilation atau Dipole Mode dan sebagainya.

Dari rentetan kejadian bencana akibat cuaca ekstrim yang hampir setiap tahun terjadi, memicu para pakar meteorologi berupaya untuk mengemukan hasil analisanya atau bahkan memberikan prediksi cuaca kedepannya. Hasil kajian atau analisanya dan prediksi nya menggunakan prinsip-prinsip fisika dan matematika atau metode-metode ilmiah, itupun tingkat akurasinya belum memuaskan. Kenapa belum memuaskan, karena salah satu penyebannya melupakan skala meteorologi atau skala fenomena cuaca. Skala ini sangat berguna untuk menganalisa cuaca dalam ruang dan waktu, sebab cuaca adalah fungsi ruang dan waktu. Tidak ada salahnya, dalam tulisan ini menjelaskan kembali tentang skala meteorologi, sebagai ilustrasi saja bahwa dalam membuat analisa cuaca, seorang prakirawan wajib memahami tentang skala meteorologi karena hal ini sangat penting, agar hasil analisanya sesuai dengan fenomena cuaca yang terjadi (zakir, 2008). Adapun skala meteorologi yang dikemukan oleh Lembaga Meteorollgi Dunia (WMO, 1980), yaitu :

1. Skala mikro merupakan skala terkecil pada gerak atmosfer yaitu jaraknya kurang dari 1 km.
Contoh :proses di dalam awan, termasuk proses pembentukan partikel es di dalam awan.
2. Skala Meso yaitu skala untuk mempelajari fenomena atmosfer yang memiliki skala jarak horizontal dari batas skala mikro sampai batas skala sinoptik dan skala vertikal yang dimulai dari permukaan bumi sampai batas lapisan atmosfer yaitu jaraknya sampai 20 km.
Contoh :Tornado, puting beliung, angin laut, angin darat
3. Skala Sinoptik umumnya daerah dinamis yang lebih luas yaitu jaraknya sampai 2000 km.
Contoh :Siklon tropis, Intertropical Convergence Zone (ITCZ ).
3. Skala Global mempelajari fenomena cuaca yang berhubungan dengan transport panas mulai dari dari tropis sampai daerah kutup. Jaraknya sampai 5000 km.
Contoh :MJO, Dipole Mode, El Nino/La Nina
Jadi dari pemahaman skala meteorology tersebut, kita tidak gegabah lagi dalam membuat analisa, karena kita harus benar-benar mengetahui apakah kejadian cuaca ekstrim tersebut diakibat dalam skala meso ataukah dalam skala sinoptik, dari situlah kita baru bias menjawab apa yang sebenarnya terjadi. Mungkin kita lupa dengan keadaan alam yang ramah yang penuh dengan tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan, namun hewan dan tumbuhan lambat laun akan sirna tergantikan dengan gedung dan aspal. Seharusnya tumbuhan dan hewan tersebut dipertahankan untuk menjaga kesimbangan energy atau ekosistim. Namun sayang sekali keberadaan hewan dan tumbuhan tidak mendapat perhatian penuh bahkan cenderung dirusak dan dipunahkan.

Pada zaman dahulu orang membuat analisa atau membuat prakiraan cuac tidak perlu kaedah-kaedah ilmiah, tapi cukup dengan memperhatikan tanda-tanda alam. Seperti memperhatikan tingkah laku hewan atau memperhatikan sifat tumbuhan, agar kita tidak lupa dengan alam dan tetap diperhatikan, maka sangat perlu dikemukan bahwa keberadaan hewan sangat diperlukan dalam melihat pola cuaca yang akan terjadi, sehingga dengan demikian punya niatan yang kuat untuk mempertahankannya
Penjelasan berikut ini diambil dari http://www.wikihow.com/Predict-the-Weather-Without-a-Foreca…, yang menjelaskan tentang bagaimana membuat prakiraan cuaca dengan memperhatikan tanda-tanda alam dan ditambah pengalaman sebagai Prakirawan. Adapun tanda-tanda alam tersebut antara lain yaitu :

1. Memperhatikan jenis dan pergerkan awan:awan merupakan salah satu unsur cuaca untuk memperkirakan ada atau tidaknya hujan atau fenomena lain:

A. Awan Cumulonimbus.
Jika terlihat awan Cumulonimbus, maka :
a. Awan cumulonimbus tumbuh dipagi hari dan berkembang pada siang hari mempunyai peluang akan terjadi cuaca buruk.
b. Apabila terdapat gerakan awan yang berbeda-beda ( misal lapisan yang satu bergerak ke barat dan lapisan yang lain bergerak ke utara bertanda cuaca buruk akan terjadi

B. Awan Mamatus
Jika melihat awan Mamatus, maka :
a. Awan mamatus terbentuk dari udara yang tertahan pada suatu lapisan.
b. Dapat terbentuk akibat adanya awan yang menimbulkan cuaca buruk dan thunderstorm yang tidak begitu hebat atau type awan yang lain.

C. Awan Cirus
Apabila terdapat awan cirus berbentuk pita panjang, bertanda dalam 36 jam mendatang akan terjadi cuaca buruk.

D. Awan Altocumulus
Awan Altocumulus, yang seperti sisik makarel, juga berarti cuaca buruk dalam 36 jam mendatang.

E. Awan Towering
Apabila terdapat jenis awan towering menandakan akan terjadi hujan keesokan harinya bahkan 3 jam kedapan akan terhjadi hujan lebat tiba-tiba

F. Awan Nombostratus
Jenis awan ini terlihat gelap dan rendah, bergelantungan berat di udara, ini berarti hujan akan cepat turun. Apabila terdapat awan menutupi sebagian langit dimalam hari musim dingin berarti udara terasa panas/lebih hangat, karena awan mencegah radiasi panas yang akan menurunkan suhu pada malam yang cerah.

2. Memperhatikan keadaan rumput.
Jika rumput kering, ini menunjukkan awan atau angin yang kuat, yang dapat berarti hujan. Jika ada embun, mungkin tidak akan hujan hari itu. Namun, jika hujan pada malam hari, metode ini tidak akan dapat diandalkan.

3. Memperhatikan langit berwarna Merah.
Ingat sajak: Langit Merah di malam hari, kegembiraan pelaut, langit merah di pagi hari, pelaut mengambil peringatan . Carilah tanda-tanda merah di langit (bukan matahari merah),
Jika Anda melihat langit merah senja (ketika Anda menghadap ke barat), ada sistem tekanan tinggi dengan udara kering yang mengaduk partikel debu di udara, inilah yang menyebabkan langit terlihat merah. Karena pergerakan front berlaku dan jet stream, ini biasanya fenomena cuaca akan bergerak dari barat ke timur, dan udara kering menuju ke arah Anda.
Langit merah di pagi hari (di Timur, di mana matahari terbit) berarti bahwa udara kering telah pindah melewati Anda, dan setelah itu ada sistem tekanan rendah yang membawa kelembaban menuju kearah anda

4. Memperhatikan Pelangi di barat.
Pelangi di barat berarti kelembaban yang cukup tinggi menandakan hujan dalam perjalanan menuju anda . Di sisi lain, pelangi di timur sekitar matahari terbenam berarti bahwa hujan menjauhi yang berarti diharapkan udara akan cerah. Penting:apabila ada pelangi di pagi hari, maka perlu membuat peringatan dalam 12 jam kedepan.


5. Memperhatikan langit berwarna Merah
Perhatikan kebiasaan angin yang bertiup ditempat anda, Angin timuran berarti angin dari timur yang menyimpang dari kebiasaan ditempat anda berarti akan ada badai angin. Sebaliknya apabila ada angin barat menyimpang dari kebiasaanya berarti cuaca akan bagus. Apabila terjadi angin kencang dari sepanjang hari dan diikuti hari berikutnya berati disekitar wilayah anda terdapat sistim tekanan tinggi

6. Perhatikan pohon yang daunya beguguran tepat dibawah pohonnya, ini berarti ada hembusan angin yang biasa terjadi.
Pernafasan
Ambil napas dalam-dalam, kemudian tutup mata dan hirup bau udara. Tanaman biasanya akan melepaskan limbahnya menandakan ada sistim tekanan rendah, dan menghasilkan bau seperti kompos dan mengindikasikan akan turun hujan diwaktu mendatang.
Sebuah rawa akan menimbulkan gas pada saat sebelum badai datang hal ini ditunjukan bau tak sedap.
Pepatah mengatakan Bunga bau sebelum hujan. Aroma lebih kuat udara lembab, berhubungan dengan cuaca hujan.

7. Kelembapan.
Biasanya kelembapan dapat dilihat pada model rambut (rambut melengkung/mengerucut/). Anda juga dapat melihat daun oak atau pohon maple. Daun ini cenderung melengkung/mengerucut pada kelembaban tinggi, yang cenderung berkembang menjadi hujan lebat. Sisik kerucut pinus tetap tertutup jika kelembaban tinggi, tetapi terbuka pada udara kering. Dalam kondisi lembab, kayu membengkak (apabila membuka pintu akan terasa pintu sulit dibuka/lengket dengan tiang )

8. Hewan.
Hewan lebih peka dibandingkan dengan manusia, dan hewan biasanya akan bereaksi apabila terjadi perubahan tekanan
a. Jika burung terbang tinggi di langit, ada kemungkinan akan cerah. (tekanan udara rendah disebabkan terjadinya badai, sehingga burung merasa tidak nyaman khususnya pada telinganya, dengan demikian burung akan terbang rendah untuk meringankannya Sebagian besar burung bersarang pada saluran listrik dan ini menunjukan tekanan udara turun
b. Burung camar (Seagulls) cenderung berhenti terbang dan berlindung di pantai jika badai akan datang. burung camar menjadi sangat tenang dalam terbangnya sebelum hujan.
c. Sapi biasanya akan berbaring sebelum badai. Mereka juga cenderung untuk tetap dekat bersama-sama jika cuaca buruk akan datang.
d. Semut membangun bukit dengan sangat curam sebelum hujan.
e. Kucing cenderung membersihkan di belakang telinganya sebelum hujan.
f. Kura-kura (Turtles) sering mencari tempat yang lebih tinggi apabila hujan lebat akan turun. Mereka biasanya sering berada di jalan selama periode 1 sampai 2 hari sebelum terjadinya hujan.
g. Jika burung bergerak cepat ini berarti badai hujan akan turun untuk waktu yang lama.

9. Api Unggun
Asap api unggun harus naik terus. Apabila asap berputar-putar dan turun bertanda tekanan rendah, yang berarti hujan akan menuju anda.

10. Bulan
Jika bulan terlihat kemerahan dan terlihat agak buram ini bertanda banyak debu diudara. Sebaliknya apabila bulan terlihat terang, ini menunjukan udara terlihat cerah, biasanya telah terjadi hujan akibat terdapat sistim tekanan rendah. Apabila disekitar bulan terdapat lingkaran cincin dan terdapatr cirostarus ini menandakan dalam 3 hari kedepan akan turun hujan.

11. Ciptakan metoda analisa dan prakiraan cuaca menurut anda sendiri.
Metode ini biasanya pada prakirawan yang selalu memperhatikan tanda-tanda alam disekitarnya. Dengan menggabungkan disiplin ilmunya dengan pengalamannya sebagai prakirawan akan menciptakan metode prakiraan yang berlaku didaerahnya.


Demikian artikel ini semoga dapat berguna buat teman -teman :)

Sumber

Tramper
Experience wild In nature Baca Selanjutnya..

Sabtu, 04 Oktober 2014

Idul Adha 1435 H

Kami segenap angkata I dan II mengucapkan :



Salam lestari untuk rimba kita.
Tramper ||Experience Wild In Nature Baca Selanjutnya..

Rabu, 01 Oktober 2014

Contact Person Gunung Indonesia

Berikut cp gunung yang ada dindonesia yang mungkin bisa berguna buata sobat pendaki yang ingin SOSPED (Sosial Pedesaan) via hp :

GUNUNG YANG ADA DIPULAU JAWA :
 
Gunung Ciremai:
-pintu : linggarjati cucu supriatna 085759891011 / 085321978011 marketing@linggarjati.com
-pintu : Linggasana guntina 085295810025 yudha 085695500641
-pintu : palutungan nana kusna 082115687824 endul abdullah 085221030093
-pintu : apuy iding iskandar 085795067448 rian 085294631777

Gunung Gede Pangrango
-info@gedepangrango.org
Tel/ Fax: +62-263-512776 [office]
Email: booking@gedepangrango.org
Tel/ Fax:+62-263-519415

Gunung Papandayan
-Erfan 085659135058
-pintu: Cisurupan : omik 085793371645 / 0878 2738 2417

Gunung Salak
-pintu : kawah ratu Pak dadang 085724995370

Gunung Cikuray
-pintu Pemancar : kang Hendy 081220269190.
-Dede Rohana 0821 2083 5884
-Kang Dede 0878 3839 1009
-Pak Yudi – BASARNAS 08111 39349

Gunung Slamet
-pintu : Bambangan pak sugeng 085726000335
-mas didin 085726666912
-pintu : Guci Mas uceng 085643755398

Gunung Lawu
-085741307298,
-pintu: Cemoro Sewu , Hasan 085729264379
-Pak agus 085642072573
-pintu: Cemoro Kandang : 081575899797

Gunung Sindoro
-pintu: bansari Crazy - 085876797621
-081328096081, 08190386023
-pintu: Kledung Potenk 085869115403
-HT :148.790 MHz 081328096081
-Camp kledung 085643808488
-Orang desa 085292781090

Gunung Sumbing
-pintu: Kaliangkrik P. Lilik Setyawan (Kadus Butuh) 0896-8824-6671
-085868611446

Gunung Merapi
-pintu: New Selo Suroto Sheby " Phone : +6285640657456 / +6287835090433,
Email: surotosheby@ymail.com
-P. Syamsuri 081329266656
-mas grandong 085713121271

Gunung Merbabu
-pintu : selo 085728659968
-pintu : wekas 082327290278
-pintu : cuntel 081325757220
-Pak tono 081325932700
-GRABUPALA 085740540437
-Mas Ando 085329720365

Gunung Ungaran
-085729968373,
-Jalur Bandungan : Arief 081225711243

Gunung Prau
-Basecamp 081229075300
-Patakbanteng : 08562777105
-Mujib syafii (mas pii) : 0856 40086004 / +62 852 28283428
-Mas Barudin 0853 2944 9515
-Mas Afifi 0858 6893 9535

Gunung Semeru
-TNBTS (0341) 491828; Fax. (0341) 490885
-Resort Ranupane : 08283930822
-P. Samsul 0341787055
-P.mahmudin (petugas) 081227920297

Gunung Arjuna
-pintu : tretes 085856052510
-pintu : lawang rudi 081330787722

Gunung Argopuro
-pintu : baderan pak susiono 08113651015 & samhaji 082336446256

Gunung Raung
-KPW Gunung Raung : (0332) 321305 / Hp. 081333862244
-pintu: kalibaru ely 087755632664
-REGGAS: Hilmi 081336367861 & Cak Inung 085859038489

Gunung buthak Blitar
-pintu: sirahkencong blitar dan jalur panderman batu malang : Nunung 081555667595


============================================================

GUNUNG YANG ADA DILUAR PULAU JAWA :

Gunung Rinjani
-Dephut : (0370)27851
-pengelola (0370)627764
-Supri TNGR Sembalun 081805725754
-(rest RINJANI) Grahapala Rinjani Universitas Mataram (mapala universitas)
komplek Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Univ. Mataram
jalan pemuda blok c, dekat Lapangan Bola dan Asrama Mahasiswa Unram
contact : Anti a.k.a Acer ( 087865932230)
Pius / Pimen (081916089379)

Gunung Kerinci
-Balai Besar TNKS : (0748) 22250
-Johan Kerinci 0877-9311-3088

Gunung Tambora
-Arisman : 085216032004
-Abdul haris 081915830479
-Yuliano joyo 085237884768

Gunung latimojong
-Tri karno 081355068840

Gunung Gamnokora
-Taufan 081527817668
-Yuvensivius 085283242174

Gunung Gamalama
-Darno lamane 081356429102
-Mailudu mugu 085240745199

Gunung Karangetang
-Yudia tatipang 081220031234
-Daniel hinondaleng 085240357222

Gunung Lokon
-Suwarno 081523657993
-Fery rusmawan 081342765436

Gunung Kelimutu
-Agustinus Silva 081327750236
-Gabriel rago 085238055662 


Demikian kami infokan semoga bermanfaat.
Salam Lestari


TRAMPER
EXPERIENCE WILD IN NATURE


SUMBER Baca Selanjutnya..

Selasa, 30 September 2014

Jalan-jalan di Hutan Memperkuat Memori

Bila Anda merasa lelah otak, karena pekerjaan menumpuk di kantor, pergi jalan-jalan adalah solusi tepat. Dikutip dari Dailymail.co.uk, menurut studi terbaru, cukup dengan jalan-jalan maka rasa penat di kepala luntur.

Profesor Sara Warber, dari Universitas Michigan di Amerika Serikat, mengatakan, hasil penelitian membuktikan manusia akan jauh merasa lebih baik setelah mereka keluar dari rutinitas menekan.
“Kombinasi antara manusia dan alam menjadi cara efektif mengurangi stres,” katanya. Tempat yang direkomendasikan adalah lokasi yang memiliki udara segar, seperti hutan, pegunungan, taman, atau pantai.
Temuan ini menunjukkan, aktivitas sederhana, seperti jalan-jalan di taman dengan teman bisa mengurasi lelah otak. Hal ini tidak hanya meningkatkan emosi positif, tetapi juga berkontribusi mengurangi kondisi depresi. Berjalan 40 menit per hari juga bisa meningkatkan kapasitas kemampuan otak manusia, meningkatkan memori, serta melindungi kita dari demensia. Wow!

Para ahli mengatakan, menghirup dan berjalan di area berudara segar, bisa membuat konsentrasi manusia lebih baik.

Studi dua tahun lalu menemukan fakta, bahwa menikmati suasana hijau hutan akan meningkatkan 16 persen memori, dibanding kita jalan-jalan di perkotaan yang sesak. Hmm, jadi kira-kira hutan mana yang paling dekat dengan kota Anda?

Salam Lestari
TRAMPER || EXPERIENCE WILD IN NATURE 

Sumber Baca Selanjutnya..

Rabu, 24 September 2014

Mendaki gunung seorang diri

Selamat malam sobat sobat pendaki indonesia yang selalu senantiasa melestarikan "alam" dihatinya, kali ini ane mau iseng tulis aja, iseng iseng karena udah lama ga ngepost disini.

Tulisan kali ini adalah curahan hati penulis sendiri yang datang begitu saja tanpa sebab untuk mendaki seorang diri digunung gede entah ini bodoh atau rasa cinta yang terlalu besar terhadap alam namun jika dipikirkan sih beda tipis antara cinta dan bodoh tapi itulah ane yang sebelumnya pernahmendaki sendiri ke gunung merbabu untuk yang pertama kali n\menginjekan kaki ke jawa tengah. ada dua aspek yang mungkin akan diuraikan ditulisan ini, yakni :

Apakah mendaki seorang diri kesebuah gunung itu bisa dikatakan bodoh?!
Atau alasan mendaki sendiri karena rasa cinta terhadap alam yang sangat besar itu bagus?!

Mendaki gunung sendiri itu bodoh.
Jika dikatakan demikian jawabannya ya jelas bodoh, untuk apa coba, klo terjadi apa apa bagaimana kalo ada pendaki lain sih ga apa2 lah klo ga ada gimana ?!perlu diketahui bersama sebelum memulai mendaki itu harus dipahami yang namanya managemen perjalanan itu adalah materi dasar yang wajib dipenuhi untuk seorang pendaki, mendaki itu ga boleh asal2an, ga boleh ngawur, ga boleh nekat dan ga boleh iseng2, mendaki gunung itu harus dengan hati dan rasa cinta terhadap alam itu sendiri. peraturan dalam mendaki itu minimal ya 3 orang jadi klo terjadi sesuatu bisa saling membantu untuk menyelesaikan masalah itu, singkat kata tidak disarankan mendaki gunung sendiri.

Mendaki gunung sendiri karena rasa cinta terhadap alam itu bagus.
Nah kalau untuk yang satu ini beda lagi ceritanya, mendaki karena rasa cinta itu adalah suatu bentuk apresiasi terhadap alam bermaksud untuk bertafakur dengan alam, ingin mengenal alam lebih dekat, ingin mengena sejatinya diri sendiri dan akan lebih akrab dengan alam jika kita mendaki gunung seorang diri. terkadang mendaki bersama sahabat itu akan lebih menonjolkan keakraban dan keintiman antar satu sama lain dikelompok tersebut, contoh si A yang yang tadi belum mengen karakter si B pada saat mendaki akan lebih mengenal sifat aslinya dan yang sudah sudah akan menjadi sahabt sependakian, sedangkat untuk kelamanya itu akan dinomor duakan, memnag tidak semua tapi kenyatannya sebagian besar yang awalnya tujuan mendaki adalah untuk bertafakur dengan alam dan mengenal lebih dekat malah difokuskan dengan mencari karakter dan mempererat tali persahabatan.

Nah dengan mendaki gunung sendiri yang didasari dengan cinta pendaki itu sendiri kepada alam maka akan terjalin sebuah hubungan yang sulit dijelaskan dengan kata kata namun dapat dirasakan dimana pendaki merasa telah menyatu dengan alam bahkan mengerti alam itu walupun tetap tidak bisa menebak apa yang akan terjadi kedapannya dengan kondisi alam itu, itu karena tanpa disadari pendaki tersebut teleh bercengkarama dengan alam itu dan menjadikan hubungan keduanya lebih intim.

kurang indah apa coba jika  pendaki sudah merasa satu dengan alam. itu tandanya niat mendekatkan diri kepada penciptanya dengan cara bertafakur dialam terbukti berhasil. tentunya pada saat mendaki harus sudah siap mental dan memahami materi management perjalanan, bukan modal nekat dan cinta saja.

Jika diambil garis besarnya mendaki sendiri itu bodoh dan mendaki sendiri bagus itu tipis. tinggal bagaimana dari pendaki itu sendiri saja yang melakukannya yang jelas insyallah selama tujuan kita diawali dengan kebaikan apalagi untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta akan dilindung dan berhasil.



Saya rasa itu saja tulisan ngalur ngidul ga jelas ini klo ada kesalahan dan ngelantur dalam penulisan dimaklumi saja  secara sudah jam segini mata udah ga karuan dan bsok harus kerja. Semoga kita bisa jadi pendaki pandai yang dilandasi dengan ilmu dan kecintaanterhadap alam bukan dengan nekat dan hanya ingin sekedar gaya gayan.

wasallam

Salam Lestari
Salam Rimba
TRAMPER || EXPERIENCE WILD IN NATURE

25/09/2014 : 00.55


Baca Selanjutnya..

Minggu, 13 Juli 2014

Perlukah main fisik saat DIKLATSAR SISPALA ?

Belum lama ini dunia kegiatan alam bebas kalangan siswa pecinta alam (SISPALA) dihebohkan kembali dengan meninggalnya siswa SMKN 3 salah satu calon anggota sispala disekolahnya.sebelum berkomentar berikut cuplikan kronologis dari beberapa sumber dimedia :

 Arfiand Caesar Al Irhami (16), pelajar kelas 10 SMA Negeri 3 Jakarta, meninggal dunia, Jumat (20/6/2014), di Rumah Sakit MMC, Kuningan, Jakarta Selatan, setelah mengikuti pelatihan ekstrakulikuler pencinta alam selama satu minggu di kawasan Tangkuban Parahu, Jawa Barat.

Ketika di lokasi, remaja yang biasa disapa Aca itu mengeluh sakit dan tidak kuat melanjutkan perjalanan jalan kaki tersebut. Dia memilih untuk langsung pulang. Setelah itu, Sutisna melanjutkan, sesampainya di puncak gunung, tiba-tiba Aca pingsan.

Teman-temannya langsung melarikan korban ke Rumah Sakit MMC, Jakarta Selatan. Pada saat korban hendak dioperasi di rumah sakit, pihak dokter menemukan adanya kejanggalan atas kematian korban, antara lain, luka lebam pada bagian perut dan pipi sebelah kanan.

Hasil visum polisi menyatakan kematian korban akibat pukulan benda tumpul. Namun, hingga kini, polisi masih menunggu hasil visum korban seluruhnya guna proses penyelidikan selanjutnya terkait dugaan adanya aksi penganiayaan terhadap korban.



Dari cuplikan kronologis peristiwa tersebut, timbul sebuah pertanyaan besar, "Apakah dikalangan sispala itu perlu menggunakan kekerasan seperti halnya militer?!"  memang tidak ada cara lain, sedikit disini saya ingin memeberikan suara bahwasanya pendidikan disispala itu memang sangat penting sekali karena untuk memberi bekal bagi para calon anggota agar dapat survive dialam bebas nan liar seperti gunung yang jelas sudah kita ketahui bahwa keadaan digunung itu tidak bisa kita perkirakan kadang bisa menjadi sahabat yang seakan akan  paham dengan kita, bahkan bisa juga menjadi musuh yang berbahaya bagi kita.

Pendidikan dan latihan dasar (DIKLATSAR) itu memang sangat dianjurkan bagi calon anggota yang belum mempunyai dasar untuk survive dialam, nah menurut saya cara dalam memberikan pelatihan tidak perlu menggunakan kekerasan terlebih lagi menggunakan alat. cukup dengan ketegasan untuk membagun kedisiplinannya pada saat dialam, kemudian memberikan materi serta praktek dari meteri yang telat diberikan ya minimal, calon anggota bisa cara memasang kompor, memasak, mendirikan tenda, packing dan materi p3k atau lebih pasnya manajemen perjalanan, saya rasa itu sudah cukup.

Tugas para senior yang sudah jauh lebih paham materi dan prakteknya adalah membina, membimbing dan membantu dari sicalon anggota tersebut tidak perlu menyiksanya, untuk penyiksaan biar alam yang memberikan perlajarannya(gunung), mereka pun akan mengerti dengan sendirinya dan berfikir jika ingin hidup maka saya harus bisa menguasai materi minimal "Manajemen Perjalanan:" tinggal disisipkan saja oleh senior mengenai etika etika sebagai pecinta alam.

Percuma saja kalian para senior bermain fisik  pada calon anggota disispala mereka itu masih dalam naungan sekolah, mereka masih ada tanggung jawab untuk belajar, beda halnya dengan mahasiswa yang sudha bisa berdiri sendiri atau KPA maupun organisasi bebas lainnya yang tidak terikat oleh sekolahan.
Belum saatnya mereka disiksa secara beramai ramai oleh senior pada masa SMA karena seharusnya para calon anggota sispala itu hanya mendapatkan dasar-dasar pengetahuan survive yang dibarengi dengan praktek dan dibimbing oleh senior bukan disiksa.

Saya rasa itu saja, maaf kalo ada pihak2 yang merasa tidak senang dengan asumsi pemikiran saya karna menurut saya itu benar dan saya pun berhak untuk bersuara. untuk adik kita alm.Arfiand Caesar Al Irhami semoga diberikan tempat yang pantas disisinya dan semoga peristiwa yang menimpa alm. arfiand menjadi yang terakhir dikalanagan dunia pecinta alam.

Terima kasih
Regards

Salam Lestari
TRAMPER || EXPERIENCE WILD IN NATURE





Baca Selanjutnya..

Jumat, 20 Desember 2013

INFOP ENDAKIAN GUNUNG GEDE PANGRANGO DITUTUP

Salam Lestari,

TRAMPER
EXPERIENCE WILD IN NATURE

 sumber


Baca Selanjutnya..

Selasa, 03 Desember 2013

PETA KONTUR GUNUNG MERAPI DAN MERBABU

Gunung Merap



Gunung Merbabu

Sumber Baca Selanjutnya..

PETA KONTUR GUNUNG RINJANI


Sumber Baca Selanjutnya..

PETA KONTUR GUNUNG SEMERU

Sumber Baca Selanjutnya..

Nikmat Alam Lebih Dari Orgasme

www.belantaraindonesia.org


Semburat wangi lintas perjalanan, melupakan segala tanjakan dan turunan. Mata lelah karena semalaman tak jua terpejam, akan kembali berbinar tatkala suguhan alam menyapu pandang. Sejauh mata memandang, hanya alam indah karya Tuhan. Gunung gagah dan lembah nan hijau menjadi obat pemulih raga.



Fajar Rinjani pantas kucintai
Sabana Merbabu layak kurindu
Cahaya Karimunjawa wajar kudamba
Pasir pantai pun tak heran bila kuharapkan
Sedangkan debur ombak terngiang
Namun bila deru guruh Sempu kurindu
Anehkah itu?

Berharap menyusup dalam banjir Salak
Ada apa dengan benak?

Kangen pada air bah Semeru, sungguh lucu
Bahkan hujan kabut Merapi pun buatku berseri
Atau berlari menembus rintik Ranu Kumbolo
Juga dingin Lawu yang membekukan kudambakan
Ah.gilakah?

Ataukah kerinduan kuat membuncah
Menggagahi kewarasan jiwa yang resah
Apakah cinta yang menancap erat di jiwa
Sedang hati dan raga tak lagi bebas berkelana

Inilah ketika nikmat alam lebih dari orgasme  mydamayanti



Sumber Baca Selanjutnya..

Sekilas singkat tentang Soe Hok Gie


Soe Hoek Gie di mata mahasiswa adalah sesosok demonstran tahun 60 an, dan di mata para pecinta alam dan penggiat alam bebas, Gie adalah anak Mapala UI yang tewas di Semeru pada tahun 1969. Mati muda dalam usia 27 tahun di Semeru dan menjadi legenda pendaki Indonesia yang sampai kini namanya masih teramat dekat dengan komunitas pecinta alam. Dan berikut ini kisah sedikit dari Soe Hoek Gie yang di sarikan dari buku hariannya, Catatan harian Seorang Demonstran, yang di perkuat oleh rekan pendakian ke Semeru  waktu itu, Rudy Badil.

“Saya sering mendapatinya asyik membaca di bangku panjang dekat dapur, kenang kakaknya, sosiolog Arief Budiman yang kini menetap di Australia. Kakak perempuannya Dien Pranata punya kenangan berbeda. Ketika anak-anak sebayanya asyik mengejar layangan, Gie malah nongkrong di atap genting rumah. “Matanya menerawang jauh, seperti mencoba menyelami buku-buku yang dibacanya.

Selain membaca, Gie juga suka menulis buku harian. Sejak usia 15 tahun, setiap hari, ia menulis apa saja yang dialaminya. Catatan harian pertamanya bertanggal 4 Maret 1957, ketika ia masih duduk di kelas 2 SMP Stada. Catatan terakhir bertanggal 10 Desember 1969, hanya seminggu sebelum kematiannya.




Di Puncak Pangrango


Di zaman Gie, kampus menjadi ajang pertarungan kaum intelektual yang menentang atau mendukung pemerintahan Bung Karno. Sepanjang 1966-1969 Gie berperan aktif dalam berbagai demonstrasi. Uniknya ia tak pernah menjadi anggota KAMI, organisasi yang menjadi lokomotif politik angkatan 66.

Gie lebih banyak berjuang lewat tulisan. Kritiknya pada Orde Lama dan Presiden Soekarno digelar terbuka lewat diskusi maupun tulisan di media masa. Ketika pemerintahan Soekarno ditumbangkan gerakan mahasiswa Angkatan 66, Gie memilih menyepi ke puncak-puncak gunung ketimbang menjadi anggota DPR-GR.

Sebagai anak muda, walaupun suka mengkritik dan doyan menyendiri, Gie ternyata sangat “gaul. “Penampilannya, biasa aja. Tapi kenalannya orang berpangkat dan nama-nama beken. Saya tahu, karena sering ikut dia. Misalnya saat ambil honor tulisan di Kompas atau Sinar Harapan. Nggak terbayang dia bisa kenalan dengan penyair Taufik Ismail dan Goenawan Mohamad! “, kata Badil.

Tewas Di Puncak Semeru

“Saya selalu ingat kematian. Saya ingin ngobrol-ngobrol, pamit, sebelum ke Semeru, begitu penggalan catatan harian Gie, Senin, 8 Desember 1969. Seminggu setelah itu, ia bersama Anton Wiyana, A. Rahman, Freddy Lasut, Idhan Lubis, Herman Lantang, Rudy Badil, Aristides Katoppo berangkat ke Gunung Semeru.

Siapa mengira, itulah terakhir kalinya mereka mendaki bersama Gie. Tanggal 16 Desember 1969, sehari sebelum ulangtahunnya ke 27 Gie dan Idhan Lubis tewas saat turun dari puncak karena menghirup uap beracun. Herman Lantang yang berada di dekat Gie saat kejadian melihat Gie dan Idhan kejang-kejang, berteriak dan mengamuk. Herman sempat mencoba menolong dengan napas buatan, tapi gagal.

Musibah kematian Gie di puncak Mahameru sempat membuat teman-temannya bingung mencari alat transportasi untuk membawa jenazah Gie ke Jakarta. Tiba-tiba sebuah pesawat Antonov milik AURI mendarat di Malang. Pesawat itu sedang berpatroli rutin di Laut Selatan Jawa, Begitu mendengar kabar kematian Gie, Menteri Perhubungan saat itu Frans Seda memerintahkan pesawat berbelok ke Malang. “Saat jenasah masuk ke pesawat, seluruh awak kabin memberi penghormatan militer. Mereka kenal Gie!, kata Badil.




Jenasah Gie semula dimakamkan di Menteng Pulo. Namun pada 24 Desember 1969, dia dipindahkan ke Pekuburan Kober Tanah Abang agar dekat dengan kediaman ibunya. Dua tahun kemudian, kuburannya kena gusur proyek pembangunan prasasti. Keluarga dan teman-temannya, memutuskan menumbuk sisa-sisa tulang belulang Gie.

“Serbuknya kami tebar di antara bunga-bunga Edelweiss di lembah Mandalawangi di Puncak Pangrango. Di tempat itu Gie biasa merenung seperti patung, kata Rudy Badil.

Sumber Baca Selanjutnya..

Senin, 02 Desember 2013

15 Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango


Foto diatas menunjukan track/jalur pendakian yang dapat dilewati oleh pendakai pendaki untuk menuju gunung Gede Pangrango. namun tetap yang terdaftar / resmi cuma jalur  :

7. Cibodas
9.  Gunung Putri
12. Sukabumi, salabintana

Diusahakan bagi kawan kawan yang belum sakti mending melalui jalur resmi yang sudah ditentukan oleh Taman Nasional saja.

Semoga Bermanfaat
Sumber


Baca Selanjutnya..

Cara Mengatasi Dingin Di Gunung

Suhu dingin di ketinggian gunung berbeda dengan kondisi dingin di bawah, apalagi jika malam hari menjelang. Untuk beberapa gunung, suhu di atas gunung bisa mencapai 0 derajat celcius, dan suhu ekstrem di gunung sangat berbahaya bagi kita, jika kita tak pandai mengantisipasinya dengan baik. Dan biasanya jika kita dalam pendakian gunung, untuk sedikit meredakan rasa dingin, kita akan memakai jaket yang tebal dan membuat api unggun, tetapi apakah cara itu berkhasiat manjur?

Banyak dari para pendaki yang mempunyai penyakit alergi terhadap dingin, bila terkena hawa atau suhu yang dingin tubuh mereka langsung timbul bintik - bintik merah di sekujur tubuhnya. Penyakit ini sering sekali terjadi bila berada di tempat yang dingin, untuk menghilangkannya cukup oleskan minyak kayu putih atau sejenisnya yang bisa membuat hangat, dan sebaiknya tidak di oleskan balsam karena justru akan menambah rasa dingin tersebut, kebanyakan balsam mengandung zat menthol yang mempunyai efek dingin.

Tips - tips untuk menghadapi dan menghilangkan rasa dingin di atas gunung:


1. Sebaiknya melakukan aklimatisasi ( penyesuaian tubuh terhadap suhu dan kondisi alam sekitar sebelum melakukan pendakian ) terlebih dahulu.
2. Buatlah api unggun kecil untuk menghangatkan tubuh di malam hari.
3. Meminum - minuman hangat seperti wedang jahe, teh, dan lain - lain untuk menghangatkan tubuh, tetapi jangan sekali - kali meminum - minuman keras di atas gunung karena akan berakibat fatal. Alkohol memang dapat melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah dapat menjadi lebih lancar, sehingga akan menimbulkan efek hangat, namun jangan lupa alkohol juga dapat membuat kita kehilangan kesadaran, dan hal ini sangat jauh lebih berbahaya daripada rasa dingin itu sendiri!!. sudah terlalu banyak pendaki yang mati sia - sia karena kebodohan ini.
4. Memakan-makanan hangat dengan perhitungan protein dan karbohidrat yang lebih tinggi, supaya badan tetap merasa hangat dan kondisi badan tetap terjaga.
5. Pakailah pakaian yang tebal seperti jaket, sweater, dan lain - lain, karena akan terasa hangat di suhu yang dingin.
6. Jangan sekali - sekali memakai pakaian berbahan dasar jeans, selain memberatkan, menyita kalori terlalu banyak akibat tidak leluasa bergerak, menyulitkan saat basah, jeans juga tidak dapat menahan dingin dengan sempurna.
7. Istirahat yang cukup dan tidak memforsir diri di luar jangkauan daya tahan tubuh, istirahat yang kurang dapat membuat kesadaran kita semakin berkurang, hal ini juga dapat berefek pada rasa dingin yang semakin menyerang.

Trik - trik tidur di suhu yang dingin.

Banyak dari para pendaki yang bagaimana cara menghilangkan dingin sewaktu tidur dalam pendakian gunung. Perhatikan baik - baik bahwa dingin lebih menyerang ke titik - titik berikut ini: telinga, telapak tangan dan jari, kemudian pergelangan kaki sampai ke jari, pastikan bagian - bagian ini tertutup rapat. Pakailah kaus kaki tebal saat tidur atau istirahat, sarung tangan, kupluk, jaket dan masih banyak lagi, yang bisa membuat hangat pada waktu tidur. Bisa juga dengan cara berhimpit - himpitan pada saat tidur, cara ini juga ampuh digunakan untuk menghilangkan rasa dingin waktu tidur. Dengan cara berhimpit - himpitan atau merapatkan tubuh sesama teman, kita bisa merasakan hangat yang keluar dari dalam tubuh kita. Cara itu yang biasa dipakai oleh para pendaki untuk menghilangkan rasa dingin pada saat kita tidur. Berhimpitan tentu dengan tetap memakai jaket tebal, jika tidak, atau justru malah telanjang, bisa jadi bencana kedua!

Pastikan untuk tidak lupa memperhatikan sistem udara dan membuat saluran air di sekitar tenda sebelum kita tidur, tak peduli apakah kita memakai jaket super tebal atau kaus kaki dobel, itu tak akan berpengaruh kalau tenda kita tergenang air hujan. Menaruh daun - daun kering yang banyak dibawah tenda juga lumayan membantu, selain menambah empuk dasar tenda, juga membuat tenda tidak bersentuhan langsung dengan tanah yang dingin dan lembab. Bila hendak menyalakan Api Unggun sebaiknya perhatikan benar unsur kayu dan arah apinya, biji pinus yang terbakar kadang dapat meledak dan terlontar ke tenda, sehingga berpotensi kebakaran.

Membawa termos kecil juga dapat membantu menjaga air tetap hangat lebih lama, sehingga tidak bolak - balik memasak air, yang malah membuat kita semakin kedinginan. Bila tak merasa repot, bisa membawa termos yang agak besar, hingga lebih banyak muatan air panasnya, atau ada yang ingin membawa panci? Silahkan.

Semoga tips dan cara mengatasi dingin di gunung bisa membantu dan menambah pengetahuan tentang tehnik survival yang terkadang kita abaikan dan menganggap ringan. Selamat berpetualang!


Sumber Baca Selanjutnya..

29 List Film Adventure

Berikut adalah list Film tentang pendakian/petualangan/alam.Ijinkan ane untuk berbagi pengetahuan tentang film tentan petualangan alam atau yang berhubungan dengan petualangan alam. Maaf ini hanya list Filmnya saja, bukan link download. Untuk link download film-film tersebut bisa pemirsa cari sendiri, dimana carinya gan? cari aja di mbah goole :
 
Berikut List film adventure p
  1. Into The Wild
  2. Alive [Miracle of Andes]
  3. Clifthanger
  4. Cast Away
  5. Carstensz [Siedma Hora]
  6. Blind Sight
  7. Nordwand [The North Face]
  8. Touching The Void
  9. The Hunter
  10. 127 Hours
  11. The Way
  12. Dante's Peak
  13. Vertical Limit
  14. Sherpas's
  15. Farther that eye can see
  16. 80 meter below summit
  17. Everest beyond limit [seri nya banyak]
  18. Surviving everest
  19. Blindsight
  20. Sanctum
  21. Hillary and tenzing
  22. Into Thin Air
  23. Ultimate High
  24. The Grey
  25. A Lonely Place to Die
  26. High Line
  27. Pencarian Terakhir [Domestik]
  28. King Solomon Mines
  29. 5 cm [Domestik]

Semoga bermanfaat
Sumber

Baca Selanjutnya..

Minggu, 01 Desember 2013

10 Film Petualangan Terbaik

Dunia petualangan memang menarik bagi sebagian kalangan. Dunia yang penuh warna dan gejolak yang seolah tak pernah padam. Dan dunia petualangan di alam bebas juga muncul dalam film yang bisa Anda tonton di rumah. Dan berikut ini 10 Film Petualangan Terbaik yang bisa Anda tonton. Film - film ini hanya sebagai bahan rekomendasi Anda, dan kami tidak menyediakan laman download maupun dalam bentuk CD. Silahkan Anda cari di rental video di kota Anda.

1. SHERPAS’S




SF 1 menunjukkan dengan “sherpa – pahlawan sejati di Everest,” sebuah film dokumenter tiga - bagian tentang ekspedisi yang sangat istimewa di Gunung Everest. Sherpa lokal Nepal dan memfilmkan realitas sherpa dan, karenanya, satu perspektif mereka sendiri, sedangkan SF-reporter mengawasi seluruh perusahaan. Terkemuka kerjasama antar produsen adalah Frank Senn ( SF Doku ) dan Hari Thapa ( Nepal ) bekerjasama dengan Otto C. Honegger.

2. FARTHER THAT EYE CAN SEE

Direktur dan sinematografer Michael Brown. HDTV difilmkan di tahun 2001. Rilis tahun 2003. 75 menit. dokumenter ini pendaki buta kronik Erik Weihenmayer pada pendakian bersejarah di Gunung Everest pada tahun 2001. Sembilan belas dari 21 anggota tim berhasil ke puncak, paling dari satu tim untuk mencapai puncak Everest dalam satu hari, termasuk orang tertua ( pada saat itu ) pada 64 tahun.

Film dibuka dengan persiapan Erik di rumah, Kathmandu, deskripsi yang sangat baik dari perjalanan ke Base Camp, diikuti dengan perpisahan penuh air mata dengan nya Ayah. Ketika Eric melakukan perjalanan pertamanya 13 jam melalui Icefall Khumbi, Anda merasa kebutaan saat ia sangat lambat berjalan di sekelompok tangga diperpanjang, kadang - kadang berusaha untuk menempatkan kakinya sisi tangga ke ruang atas jurang yang menganga. kru - Nya harus mata – hati - hati! Eric tekad dan keterampilan mountaineering, dengan dukungan dari timnya, memungkinkan dia ke puncak pada pukul 10:00 pagi pada tanggal 25 Mei 2001.

3. 80 METER BELOW SUMMIT





Film ini dokumen usaha ekspedisi 1997 11 anggota Slovakia untuk mendaki Kangchenjunga oleh Wall 1981 sulit Rute Utara Cekoslowakia. Film ini dibuka dengan kedatangan tim di Kathmandu dan perjalanan mereka ke markas perkemahan di Pema Pang. Kehidupan normal pada base camp digambarkan dengan orang - orang cukur, membasuh diri dan pakaian mereka, memasak dan makan dan minum kopi, bermain gitar dan menyanyi, dan berbicara pada walkie - talkie untuk para pendaki di gunung. Dengan film - ketinggian tinggi tambahan dengan Jindro Martis dan Tibor Hromadaka, kita mengikuti mereka saat mereka menyeberangi gletser dan mendaki gunung, menyiapkan tali tetap di dinding batu dan meletakkan di tiga kamp. “Dua hari cuaca baik dan puncak akan menjadi milik kita.”

Usaha pertama oleh Juraj Kardhordo, Vladimir Plulik dan Jaroslav Vondercik mencapai 7700m pada tanggal 5 Mei tetapi mereka memutuskan untuk mundur karena salju tebal dan angin yang kencang. Upaya kedua oleh Jindro Martis, Martin Gablik dan Stano Glejdura mencapai 8300m pada 8 Mei namun mereka dihentikan oleh temperatur yang sangat dingin dan salju setinggi pinggang. Dengan angin begitu kuat itu adalah “seperti memukul dinding dengan kepala Anda”, upaya ketiga oleh Kardhordo dan Vondercik mencapai 8500m ( hanya 80 meter di bawah puncak ) pada tanggal 13 Mei pukul 17:00.

Tapi, mereka berhenti karena mereka tidak ingin risiko bivak dekat puncak. Film berakhir dengan menyanyikan sebuah tim rendition meriah I Can’t Get No Satisfaction. Kemudian pada tahun 1997 Kardhordo summitted GI dan GII, namun meninggal dunia di dekat puncak Manaslu. Ada pemandangan dari Kangchenjunga di segala kondisi cuaca, angin yang sangat kuat. Film ini juga mondar - mandir dan sempurna panjang. Aku terutama suka komentar oleh para pendaki, dan adegan kehidupan kamp sehari - hari dan bermain gitar dan bernyanyi. Sub judul sangat baik.

4. EVEREST BEYOND LIMIT




Menjadi bagian dari tindakan dalam dokumenter mencekam yang menyoroti perjuangan, kemenangan, pasang surut pendaki yang mencoba perjalanan puncak tertinggi di dunia. Lalu, menikmati bonus footage di balik layar saat Anda mengalami Everest tidak seperti sebelumnya!

Summit Dreams
Pendaki tiba di Everest Base Camp dan cepat mempelajari bahaya gunung. Mereka susah payah mendorong tubuh mereka untuk menyesuaikan diri kpd suatu iklim dengan ketinggian ekstrim empat mil di atas permukaan laut.

The Gatekeeper
Ratusan pendaki lebih tiba di Everest Base Camp dan menemukan realitas keras gunung. Dengan cepat diterima mendekati cuaca, seorang pemimpin ekspedisi mendorong kedua sherpa dan pendaki lebih keras untuk mencapai puncak dalam waktu.

Untuk KTT
Russell ekspedisi membagi menjadi dua tim untuk puncak serangan lima hari. Tim pertama set off bersemangat. Namun, pada pendakian dari Camp Satu ke Camp Dua, Brett mulai perjuangan – meninggalkan banyak bertanya - tanya apakah dia akan gagal pada upaya kedua.

Ke Zona Maut
Dua tim yang terjebak di ketinggian tinggi oleh angin kencang dan dingin yang ekstrim. Ketika mengalah cuaca, Mogens pelayaran yang lebih tinggi tanpa bantuan oksigen botol sebagai sisa timnya panik ras naik gunung waktu sebelum dan udara berakhir.

Pemberontakan di Gunung
Seperti beberapa pendaki mencapai puncak, kerumunan orang di atas gunung banyak kekuatan untuk bergabung baris lain turun. Sebagai Mark mulai naik lebih tinggi, dua berjuang pendaki mematuhi perintah pemimpin mereka untuk kembali.

Biaya Final
Dengan puncak hanya meter jauhnya, radang dingin dan Demam Summit mengancam beberapa pendaki berjuang mencapai puncak. Pada puncak dari perjalanan ini berani, pendaki menawarkan refleksi akhir mereka pada ekspedisi dan biaya pendakian Everest.

5. SURVIVING EVEREST


Segmen pertama dengan panjang setengah jam adalah berjudul “Surviving Everest” dan fitur informatif wawancara dengan orang - orang yang telah berhasil mencapai puncak dan kembali. wawasan mereka tentang kondisi menghebohkan dihadapi pendaki gunung di puncak tertinggi di dunia bergerak, dan penjelasan mereka hambatan tertentu ( seperti Icefall Khumbu berbahaya ) dalam perjalanan ke atas gunung menambahkan banyak pemahaman seseorang tentang feat.

Bagian kedua dari video, yang berlangsung selama hampir satu jam, yang berjudul “Kembali ke Everest” dan merupakan profil dari Sir Edmund Hillary, yang pada tahun 1953, bersama dengan pemandu Sherpa Tenzing Norgay, pertama kali menaklukkan Everest. Hillary sering kembali ke Nepal, dan keterlibatannya membantu masyarakat Sherpa adalah mencatat rentetan penuh cinta. Segmen akhir video adalah wawancara singkat dengan Hillary yang mengejutkan – mengingat standar produksi yang tinggi video National Geographic – menderita dari masalah audio aneh di mana jawaban merenung Hillary sangat jelas tetapi pertanyaan yang diajukan kepadanya hampir tidak dapat mendengar.

6. BLINDSIGHT


Blindsight mengikuti petualangan mencengkeram enam remaja Tibet yang berangkat untuk mendaki Lhakpa Ri 23.000 kaki di sebelah utara Gunung Everest. Sebuah perjalanan yang berbahaya segera menjadi tantangan yang tampaknya tidak mungkin membuat semua lebih luar biasa oleh fakta bahwa remaja yang buta.
Diyakini oleh banyak orang Tibet yang harus dimiliki oleh setan, anak - anak yang dijauhi oleh orang tua mereka, dicemooh oleh desa - desa mereka dan ditolak oleh masyarakat.

Diselamatkan oleh Sabriye Tenberken – seorang pendidik yang buta dan petualang yang mendirikan sekolah pertama untuk orang buta di Lhasa, mengundang mahasiswa pendaki gunung terkenal Erik buta Weihenmayer untuk mengunjungi sekolah mereka setelah belajar tentang penaklukan di Gunung Everest. Erik tiba di Lhasa dan mengilhami Sabriye dan murid - muridnya Kyila, Sonam Bhumtso, Tashi, Gyenshen, Dachung dan Tenzin untuk membiarkannya memimpin mereka lebih tinggi dari yang pernah mereka sebelumnya. Dihasilkan 3 minggu perjalanan berada di luar apapun dari mereka bisa diprediksi.

7. HILLARY AND TENZING
 Pada tanggal 29 Mei, 1953 pria semampai Selandia Baru Edmund Hillary dan mitra pendakiannya, Tenzing Norgay, menjadi orang pertama yang mencapai titik tertinggi di bumi – puncak Gunung Everest. Hanya beberapa menit kedua orang menghabiskan di atas dunia sangat mempengaruhi sisa hidup mereka. Realisasi rekaman pendakian, rekaman suara, surat, buku harian, dan pewawancara intim yang dijalin bersama dengan urutan baru menggugah untuk menceritakan kisah ini prestasi luar biasa dari manusia.

8. NORTH FACE
 Summer 1936. Toni dan Andi adalah pendaki gunung bergairah. Ada satu gunung  yang mempesona mereka: Eiger North Face, wajah  yang paling berbahaya di Pegunungan Alpen, yang belum ditingkatkan. Menjadi yang pertama berarti tidak hanya untuk meningkatkan kedudukan sosial mereka,  tetapi juga emas Olimpiade. Saat mereka bersiap - siap untuk mendaki, mereka bertemu Luise, masa kanak - kanak  Toni, seorang wartawan yang telah dikirim ke laporan tentang penaklukan gunung dengan rekan - rekan wartawan Arau, seorang pengikut Nazi. Sementara perjuangan dramatis untuk bertahan hidup terbentang di North Face, Luise menetapkan untuk menyelamatkan kekasihnya. Berpacu dengan waktu dan kekuatan alam mulai.

9. CARTENSZ SIEDMA HORA


Snowy Mountains naik tinggi di atas hutan tersentuh New Guinea, menembus awan hujan lebat. Sebuah batu kapur piramida, yang dikenal sebagai Piramida Carstensz, melonjak di atas mereka sebagai yang paling eksotis, tetapi juga gunung yang paling terpencil di dunia. Puncak gunung ini ditaklukkan untuk pertama kalinya, oleh Heinrich Harrer, pada tahun 1962. Akses ke kaki gunung ini memimpin melalui wilayah suku Damal legendaris asli dan masih termasuk di antara yang paling ekspedisi petualangan. Selain mendapatkan izin yang diperlukan, masalah terbesar terletak dalam membujuk pribumi telanjang untuk membantu kami dengan transportasi peralatan dari Beoga, melintasi sungai - sungai liar dan hutan pegunungan, sampai dengan gletser salju di bawah Piramida Carstensz.

10. INTO THIN AIR



Jon Krakauer, penulis dan pendaki gunung, yang disewa oleh Majalah luar untuk menulis sebuah artikel tentang komersialisme di Gunung Everest. Krakauer memutuskan ia ingin mendaki gunung, dan bergabung dengan ekspedisi Everest yang paling buruk dalam sejarah. Krakauer bergabung dengan layanan pendakian disebut Adventure Konsultan, dipandu oleh Rob Hall. Layanan panduan ini dimaksudkan untuk mempercepat proses aklimatisasi dan membimbing para pendaki berhasil ke puncak Gunung Everest.

Pendakian itu adalah struktur dalam dua kubu: Base Camp, Camp Satu, Camp Dua, Camp Tiga dan Camp Empat. Setelah menghabiskan minggu di Base Camp, kelompok membuat sejumlah perjalanan sampai ke kamp lain untuk mempercepat proses aklimatisasi. Pada awal Mei, OUP gr membuat push puncak.

Sepanjang pendakian, Krakauer rincian rekan tim, panduan, dan ekspedisi lainnya di gunung. Dia mencoba untuk mengumpulkan sebuah garis waktu terus menerus peristiwa yang terjadi dalam minggu - minggu mereka berada di gunung.

Semua klien mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan ketinggian, mudah lelah, kehilangan berat badan dan bergerak perlahan. Pengalaman pendaki dalam mendaki gunung dan pada ketinggian tinggi bervariasi-beberapa dari mereka yang cukup berkualitas, yang lain sangat berpengalaman dan sangat bergantung pada panduan. Meskipun sejumlah kecelakaan, kematian pertama tidak benar - benar terjadi sampai Bab 11. Sejak saat itu, meskipun, kematian adalah sesuatu semua pendaki menjadi akrab.

Push puncak sebenarnya adalah ketika semuanya mulai berantakan. Rob Hall menunjuk seorang 2:00 pm turn sekitar waktu, yang berarti bahwa setiap orang yang belum benar - benar mencapai puncak saat itu harus berbalik, tidak peduli seberapa dekat dia atau dia. Hari itu, hanya Krakauer dan beberapa pendaki lain sampai ke puncak sebelum 2:00. Anggota kelompoknya mencapai puncak selambat-putar 4:00 pm waktu sekitar adalah tidak ditegakkan. Di antara pendatang kemudian ke atas adalah Rob Hall dan anggota lain, Doug Hansen. Mereka tiba  cuma di belakang kelompok lain mendaki dipandu oleh Scott Fischer.

Fischer juga akan terdampar, dan ketika ia akhirnya menemukan, ia sudah mati. Hansen meninggal dan salah satu sherpa Hall mencoba untuk menyelamatkan Hall, tetapi tidak bisa mendaki cukup tinggi. Seorang asisten Pedoman meninggal mencoba menyelamatkan Hall dan Hansen.

Salah satu dari dua klien kiri untuk mati, Beck Weathers, benar - benar masuk kembali ke perkemahan dan secara ajaib bertahan cobaan itu. Dia akhirnya mengalami sejumlah pemotongan dan operasi untuk luka - lukanya. Semua mengatakan, selusin orang meninggal di Everest bahwa musim, sebuah Krakauer , awalnya ada untuk melaporkan usaha mengajak orang ke atas gunung, tidak bisa melupakan apa yang ia lihat di sana.

Semoga Bermanfaat

Sumber


















Baca Selanjutnya..